Awal
mula munculnya Kurikulum 2013 didasari dengan rencana perubahan sistem pada
sekolah. Yang awalnya sistem pembelajaran di sekolah memiliki banyak pelajaran
sehingga pada setiap pelajaran menentukan tujuannya dan ketercapaiannya. maka di kurikulum 2013 pelajarannya di ringkas
dengan harapan memiliki tujuan yang sama. Jika kurikulum 2013 dapat
terimplementasikan dengan baik tentunya hasil yang akan didapatkan siswa lebih
maksimal.
Kurikulum
2013 menekankan agar siswa aktif dengan penguatan Sikap, keterampilan dan
Pengetahuan sehingga menghasilkan insan yang Produktif, Kreatif, Inovatif, dan
Afektif.
Berikut adalah ringkasan penjelasan
kurikulum 2013
A. Landasan Kurikulum 2013 ada tiga diantaranya :
a.
Landasan Yuridis “UU No. 20 Thn 2013” dan RPJMN
2010-2014”
b.
Landasan Filosofis “Membangun kehidupan masa kini dan
masa mendatang”
c.
Landasan Empiris “Menumbuhkan kemampuan merumuskan
masalah”
B. Karakteristik Kurikulum 2013 :
a.
Menekankan Pada
Pengembangan Sikap (Keagamaan Dan Sosial), Rasa Ingin Tahu, Kreativitas, Kerja
Sama
b.
Sekolah Tidak Terpisah Dari
Masyarakat
c.
Mengembangkan Ketrampilan
Menerapkan Untuk Setiap Pengetahuan Yang Dipelajari Untuk Menghilangkan
Verbalisme
d.
Menempatkan Peserta Didik
Sebagai Subjek Dalam Belajar
e.
Desain Kurikulum Menerapkan
Prinsip Bahwa Belajar Bersifat Akumulatif Dan Saling Memperkuat
f.
Kurikulum Adalah Kurikulum
Satuan Pendidikan Dan Bukan Daftar Mata Pelajaran
g.
Kurikulum Merupakani Kebijakan Pendidikan Untuk Membelajarkan
Peserta Didik Dari Tidak Tahu > Tahu,
Tidak Mampu > Mampu, Tidak Mau > Mau
h.
Menghargai Ketrampilan
Melakukan, Berpikir, Dan Sikap Sebagai Hasil Belajar Dan Bukan Hanya Kemampuan
Kognitif Rendah
C. Pengembangan Pendidikan mengacu pada 8 Standar :
a.
Standar Isi
b.
Standar Kompetensi Lulusan
c.
Standar (proses) Penilaian
d.
Standar Proses
(pembelajaran)
e.
Standar pendidik dan tenaga
kependidikan
f.
Standar Sarana-Prasarana
g.
Standar Pembiayaan
h.
Standar Pengelolaan
D. Perubahan kurikulum lama ke kurikulum 2013 :
1.
Berpusat pada Guru Menjadi Berpusat pada Siswa
2.
Satu Arah Menjadi Interaktif
3.
Isolasi Menjadi Lingkungan Jejaring
4.
Pasif Menjadi Aktif-Menyelidiki
5.
Maya/Abstrak Menjadi Konteks Dunia
Nyata
6.
Pribadi Menjadi Pembelajaran Berbasis Tim
7.
Luas (semua materi diajarkan) Menjadi Perilaku
Khas Memberdayakan Kaidah Keterikatan
8.
Stimulasi Rasa Tunggal (beberapa panca indera) Menjadi Stimulasi ke Segala Penjuru (semua Panca indera)
9.
Alat Tunggal (papan tulis) Menjadi Alat Multimedia (berbagai peralatan teknologi pendidikan)
10.
Hubungan Satu Arah Menjadi Kooperatif
E. Proses Pembelajaran
Pendekatan saintifik
dan kontekstual
Kemampuan
kreativitas diperoleh melalui:
§
Observing [mengamati]
§
Questioning [menanya]
§
Associating [menalar]
§
Experimenting [mencoba]
§
Networking [Membentuk
jejaring]
F. Proses Penilaian
Penilaian Otentik
§
penilaian berbasis
portofolio
§
pertanyaan yang tidak memiliki
jawaban tunggal,
§
memberi nilai bagi jawaban
nyeleneh,
§
menilai proses
pengerjaannya bukan hanya hasilnya,
§
penilaian
spontanitas/ekspresif,
G. Standar
Kompetensi Lulusan
Sikap :
§
Memiliki perilaku yang
mencerminkan sikap
§
Orang yang beriman,
berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam
§
Serta dalam menempatkan dirinya sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia
Keterampilan :
§
Memiliki kemampuan pikir
dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret
§
Terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah sesuai dengan bakat, minat, dan
kemampuannya.
Pengetahuan :
§
Memiliki pengetahuan
Prosedural dan metakognitif dalam
ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, humaniora, dengan wawasan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
§
Terkait penyebab fenomena
dan kejadian yang tampak mata yang
mencakup penyebab, alternatif solusi, kendala dan solusi akhir


