Minggu, 28 Januari 2018

Tak ada kata lelah untuk belajar

Selain TPQ, pada ba'da maghribnya kami belajar bersama anak anak SMP dalam persiapan UNAS dan Ujian sekolah. pembelajaran ini terfokus pada mata pelajaran B. Inggris dan Matematika.

kegiatan ini dimulai saat ba'da maghrib hingga pukul 20.00 WIB. jumlah siswa yang hadir berkisar 4-8 orang. terkdang masuk semua dan terkdang juga hanya beberapa saja yang hadir. tapi saya tidak menghiraukan itu. yang saya perhatikan adalah semangat mereka dalam menimba ilmu dan mungkin tak ada rasa lelah yang terlintas diwajah mereka.

pembelajaran ini dapat dibilang serius maupun santai, tergantung suasana hati ade-adek sekalian. mereka juga sering bercanda dengan kami disisi kepenatan mereka dalam pembelajaran saat itu. tapi, disisi lain mereka sangat antusias menerima pembelajaran kami. mungkin, mereka teringat bahwa ujian sudah didepan mata. dengan itu tak ada waktu lagi untuk beristirahat dalam belajar. saya berharap antusias mereka tidak berpacu ketika menghadapi ujian saja tapi juga setiap waktu. dan saya percaya bahwa mereka adalah generasi penerus bangsa INDONESIA.

Hidupku untuk pendidikan

Tak ada negara maju yang pendidikannya rendah. pasti setiap negara maju bagus pula pendidikannya. oleh karena itu, saya disini ingin menyampaikan bahwa menjadi tenaga pendidik perlu saya miliki untuk memajukan negara ini.

Pada kesempatan ini saya mengajar di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo. Sebelumnya banyak hal yang menjadi kendala saya hingga sampai bisa mengajar di sekolah ini.

Pada awalnya kami memiliki kendala dalam pencarian sekolah. Dari 4 empat sekolah yang kami ajukan, kami baru mendapatkan sekolah pada empat hari pencarian kami.

Di sekolah ini, saya diminta untuk membuat perangkat, salah satunya yaitu silabus. Berhubung saya belum pernah membuatnya, saya menego guru pamong saya agar saya hanya membuat RPP saja. Akhirnya saya diperbolehkan untuk membuat RPP saja. Guru pamong saya bernama Furghon, beliau baru mengajar lebih kurang selama 3 tahun. Dan beliau sangat mendukung saya dalam kegiatan praktek ini.

Hal yang paling menarik dalam kegiatan praktek saya adalah ketika siswa memperhatikan saya dengan seksama dan antusias. saya mengajar di kelas X MIPA 1 dan X MIPA 2. Kebetulan kelas ini adalah kelas yang cepat dan siswanya tergolong cerdas sehingga pengajaran mudah dilaksanakan.

Setiap kali saya menerangkan hampir keseluruhan siswa paham apa yang saya terangkan dan ketika saya berikan soal untuk dikerjakan didepan. mereka saling berebut untuk maju kedepan. sungguh, bahagianya saya sebagai seorang tenaga pendidik jika seluruh murid saya sama seperti ini.

saya yakin, kelak negara ini akan maju jika tenaga pendidiknya terus berjuang untuk mencerdaskan anak anak bangsa.

Mereka sangat membutuhkan


Tradisi kami sebagai seorang mahasiswa STKIP AL HIKMAH adalah melakukan kegiatan KKN yang dilaksanakan setiap semesternya. salah satu kegiatannya adalah mengabdi di TPQ untuk mengajarkan ilmu Al-Qur'an yang telah didapatkan saat menerima pendidikan di Ma'had Aly STKIP AL HIKMAH.

TPQ yang saya tempati adalah TPQ milik Guru SMP saya beserta istrinya yang dengan tulus memberikan wadah untuk anak anak daerah setempat menimba ilmu Al-Qur'an.


Pada awal kedatangan kami, bu Amina selaku pemilik TPQ mengatakan bahwasanya TPQnya masih belum memiliki SK pendirian. Dan kami diminta untuk mencari TPQ lainnya yang memiliki SK pendirian. Tapi, setelah kami jelaskan bahwasanya kami hanya ingin mengabdi atas ilmu yang kami dapatkan pada pendidikan kami di ma'had, akhirnya kami di izinkan untuk mengabdi di TPQ tersebut.

adek-adek merupakan anak daerah sekitar yang belum punya tempat untuk belajar mengaji. jadi Bu Aminah bersedia untuk memberikan tempat belajar untuk mereka

awal kami masuk, kami diminta untuk memberikan motivasi islami untuk membuat semangat adek-adek dalam menimba ilmu agama islam. kami berikan cerita inspiratif sehingga membuat senyum bahagia di wajah mereka.

kami mengajar dari senin-jumat pada pukul 16.00-17.00. selain memberikan cerita kami juga menyimak ngaji dari adek adek.
kami sangat disenangi oleh adek-adek dan mereka sangat kehilangan ketika kami tinggalkan.