Rabu, 21 Februari 2018

PROFIL DIRIKU


“Muhammad Alif Syibli”

            Saat dimana saya masih belum masuk di STKIP AL HIKMAH. Kepribadian saya saat itu sangatlah jauh dari apa yang saya dambakan saat ini (Saat menjadi Mahasiswa STKIP AL HIKMAH). Dari yang malas belajar, tidak peduli terhadap lingkungan atau masih lalai terhadap ibadah itu semua masih saya anggap hal yang biasa. Semenjak saya tidak mengganggu dan merugikan oranglain. Tapi, semua yang terjadi saat itu sangatlah minim sekali jika saya lihat dari sudut pandang saat ini, iyaaa !! saat ini yaitu saat dimana saya menjadi mahasiswa dan masuk didalam lingkungan AL HIKMAH.
            Dari yang malas belajar menjadi giat karena kehausanku dalam ilmu,
            Dari yang malas baca buku menjadi gemar mambaca buku,
            Dari yang tak peduli terhadap lingkungan kini saya anggap lingkungan adalah keluarga,
            Dari yang malas merapikan ranjang menjadi peduli terhadap kerapian,
            Dari yang berleha-leha dalam beribadah menjadi bersegera dalam beribadah.
           Dan masih banyak lagi yang saya rasa mengalami perubahan yang signifikan. Bersyukurlah diri ini atas segala Rahmat yang Allah berikan terhadap hambanya.
Selepas itu, saya masih terus berbenah diri untuk menjadi pribadi yang membaik, terus membaik dan tetap membaik. Tidak ada rasa cukup dalam berbenah karena sejatinya Allah memberikan suri teladan yang sangat menginspirasi seluruh manusia hingga akhir zaman nanti, yaitu Rasulullah SAW. Pribadi yang mulia akhlaqnya, lembut tuturkatanya sehingga hanya beliaulah yang pantas disebut sosok teladan seluruh umat manusia.
Saya sendiri cenderung orang yang sangat ambisius dalam mendapatkan suatu hal, yang mudah memikirkan suatu hal yang akan dilaksanakan nanti. Seseorang yang mudah akrab dengan orang lain tapi masih malu malu dalam berkenalan dengan orang baru. Sosok kakak yang berusaha memberikan contoh yang baik kepada adiknya sehingga menjadi tauladan adik-adiknya. Sosok yang terus berjuang sehingga nanti dikenal sebagai seorang yang diharapkan menjadi sepertinya. Tentu masa depan hanya Allah yang menentukan dengan melihat usaha dan upaya apa yang sudah dikerjakan.
Masih banyak hal yang saya impikan dan belum terwujud sampai saat ini, dan saya telah berkomitmen untuk menyelesaikan impian itu suatu saat nanti dan impian yang tertinggi adalah melihat Wajah Allah SWT bersama dengan orang orang sholih di surga nanti.

じゃ頑張ってください。ずっとべんきょうする。

Rabu, 14 Februari 2018

Valentine Is not My Way

Sebagai umat nabi yang paling mulia, umat yang diberikan jatah terbanyak untuk penghuni surga, umat yang diberikan Syafa'at oleh nabinya. Alangkah baiknya jika kita sebagai umat Nabi Muhammad selalu mencontoh sifat-sifat yang dimiliki oleh Rasulullah. Meninggalkan hal hal yang tidak sesuai dengan ajaran agaman. sehingga kita sebagai umatnya mampu menjadi umat yang terbaik karena nabi kita adalah nabi yang paling mulia disisiNYA.

menindak lanjuti budaya barat yang sering dilaksanakan khususnya pada kalangan muda di Indonesia ini sangatlah miris, budaya yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Budaya yang merusak Moral kamu muda. Budaya yang melemahkan syari'at-syari'at ajaran agama harus segera dihilangkan dan segera dimusnahkan dari negeri yang mayoritas muslim ini. VALENTINE DAY" begitu kita mengenalnya.

daripada kita tersibukkan dengan memeriahkan budaya ini, banyak hal yang lebih baik kita lakukan dengan hal yang jauh lebih baik. Dan sebagai kalangan pemuda mari kita junjung tinggi Syari'at agama kita agar terhindar dari murkaNya.